Bunda Cantik Colmek Untuk Berondongnya

0


“Kakak gak boleh pergi!”

Lia takut.. !

“Gimana coba kalau Lia sampai hamil?”

“Kakak harus bertanggungjawab untuk semua ini!” kata Lia lirih.

“Baiklah kakak tak akan pergi. Kakak akan tanggungjawab kalau terjadi apa-apa”.

“Tapi kakak mohon jangan mengadu sama orang tua Lia ya..”permintaan saya.

Lia hanya mengangguk, dan dengan matanya masih sembab karena menangis.

Saya jadi kasihan, akhirnya Lia saya peluk lagi. Seminggu setelah itu, saya dan Lia Cuma diam-diam dan tak ada tegur sapa. Tapi akhirnya saya mencoba beranikan diri lagi untuk menegurnya dan mengajaknya bercanda lagi.

Akhirnya, saya bisa ngajakin Lia untuk berhubungan badan lagi. Ya. . .Kadang dikamar kos saya, kadang dikamar dia. Bahkan dia sempat tidur di kamar saya, padahal orang tuanya ada dirumah. Ternyata Lia selalu diliputi sex gairah.

Permainan birahi ini kami semakin hari semakin variasi. Dalam waktu tak kurang dari seminggu, Lia sudah berani menelan habis sperma yang saya semburin didalam mulutnya.






Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)